Jurnal

 
Jurnal
 
 
Isi Terbitan
 
 
 

ANALISIS FAKTOR KECANGGIHAN TEKNOLOGI, KEAMANAN, RAHASIA, KELENGKAPAN SISTEM, SUMBER DAYA MANUSIA, INVESTASI, DAN KINERJA ANTAR LEVEL ORGANISASI DI DALAM PERUSAHAAN YANG MEMANFAATKAN E- COMMERCE

TRIO HANDOKO


Abstract

This research is aimed to investigate whether these following factors such as sophisticated technology, security, confidential, system equipment, human resources, investment and organization performance have a significant relation with the companies practicing e commerce. The research was conducted in an e-mail survey method,covering 123 companies based in Java and Bali and have applied e commerce in their business activities. The author proposes a conceptual framework of the factors and e commerce usage, then test it with factor analysis. The results support the hypothesis that the factors selected have a significant correlations and together influence the e commerce usage of the companies. The key determinant of the e- commerce usage is the investment level. Meanwhile the confidential factor has low effect, and neglectable. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, termasuk didalamnya pola perilaku pasar, bisnis, ekonomi, struktur sekaligus strategi yang dijalankan perusahaan (Drucker, 1997). Teknologi juga memiliki andil yang besar dalam mempengaruhi struktur pasar dan keunggulan bersaing suatu industri (Porter, 1985). Adanya kemajuan teknologi komputer dan komunikasi saat ini, memungkinkan penjual dan pemasar untuk berinteraksi melalui media komputer atau televisi dengan calon pembeli tanpa memperdulikan lokasi masing-masing pihak, di dalam atau di luar jam kantor. Pasar yang terbentuk dengan demikian memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan yang selama ini kita kenal dan sering disebut dengan \"pasar maya\" (cyber market) atau pemasaran maya (cyber-marketing) sebagai lawan dari market place, tetapi tidak saling menghilangkan fungsi marketplace, marketspace dan customerspace. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Tiga point utama dalam melangsungkan aktivitas bisnis e-commerce adalah adanya proses baik penjualan maupun pembelian secara elektronis, adanya konsumen atau perusahaan dan adanya jaringan penggunaan komputer secara on-line untuk melakukan transaksi bisnis (Laudon and Laudon, 1998). Terdapat beberapa pendapat yang yakin maupun meragukan keamanan e-commerce. Pendapat pertama mengemukakan bahwa e-commerce belum mempunyai standar keamanan jejak audit (Ratnasingham, 1998). Pendapat lain menyatakan, dilihat dari besarnya pertumbuhan transaksi di internet, membuktikan bahwa internet adalah tempat yang relatif aman untuk melakukan transaksi dengan kartu kredit (Wilcox, 1999). Ditinjau dari masalah keamanan, traksaksi di internet lebih merupakan persepsi dari pada kenyataan (Vanderbilt dikutip Wilcox, 1999). Adanya faktor belum pernah bertemu atau belum kenal sama sekali dalam melakukan aktivitas bisnis secara on-line, memaksa pihak yang bertransaksi melalui internet harus saling percaya. Dalam mendapatkan kepercayaan (trust) dalam e-commerce, ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi, antara lain keterbukaan (business practice disclosure) akan melakukan transaksi sesuai dengan yang dijanjikan, Integritas transaksi (transaction integrity) tagihan yang sesuai dengan transakasi. Dan juga perlindungan terhadap informasi (information protection) penjagaan informasi agar tidak jatuh ke pihak yang tidak berkaitan dengan bisnisnya. (Ratnasingham, 1998; Wilson, 1997). Di lain sisi langkah ini dapat ditempuh dengan cara mencoba dengan transaksi kecil-kecilan terlebih dahulu (Purbo, 2000). Peningkatan transaksi menggunakan e-commerce oleh perusahaan merupakan indikasi bahwa manajemen memiliki komitmen terhadap pemanfaatan cara baru. Atau lebih tepat digambarkan sebagai suatu komitmen untuk memanfaatkan e-commerce di dalam pengembangan perusahaan. Komitmen ini tentu membawa perubahan perilaku konsumen untuk berbelanja melalui internet. Perkembangan, keunggulan, efisiensi serta efektifitas penggunaan e-commerce, ditanggapi dunia bisnis dengan antusias, meskipun sisi lain masih ada kekhawatiran, ancaman, serangan dan berbagai problematika yang muncul, misalnya investasi besar yang diambil oleh perusahaan menjadi pertimbangan utama. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi tentang biaya yang menganggap bahwa teknologi tersebut mahal. Berdasarkan pemikiran di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan e-commerce, khususnya bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia yang telah memanfaatkan cyber-marketing di dalam upaya untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan tersebut Perumusan Masalah Dengan mengacu pada latar belakang tersebut di atas, maka pokok permasalahan di dalam penelitian ini adalah apakah variabel kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kerahasiaan informasi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia dan investasi serta kinerja antar level organisasi secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan e-commerce? Diantara variabel kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kerahasiaan informasi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia dan investasi serta kinerja antar level organisasi, variabel manakah yang paling dominan mempengaruhi pemanfaatan e-commerce? Apakah variabel kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kerahasiaan informasi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia dan investasi serta kinerja antar level organisasi saling berpengaruh satu sama lainnya? Apakah variabel kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kerahasiaan informasi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia dan investasi serta kinerja antar level organisasi sebagai urutan atau skala prioritas yang sudah dapat dibenarkan di dalam pengambilan keputusan ? KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTHESIS Internet Saat ini belum ada rumusan baku mengenai definisi dari internet. Tetapi secara luas, internet bisa didefinisikan sebagai gabungan dari berbagai perlengkapan komunikasi dan komputer yang dihubungkan satu sama lain lewat suatu medium komunikasi sedemikian, sehingga semua pemakai jaringan berkomunikasi secara elektronik. Pemanfaatan internet telah berkembang ke berbagai segi-segi kehidupan meliputi pendidikan dan ilmu pengetahuan, perdagangan, kesenian, olah raga, rekreasi, dunia kerja, kesehatan, berita, serta hubungan antar manusia. Perkembangan ini tentu mengubah juga pola kegiatan bisnis yang konvensional. Jika dahulu konsumen memperoleh informasi dari mulut ke mulut, iklan koran, iklan radia, iklan TV, dengan kemajuan teknologi informasi, komputer dan internet, maka konsumen dapat memperoleh berbagai informasi hanya menggunakan komputer multimedia secara online. Bagi perusahaan, teknologi internet mampu memotong berbagai biaya dan pada akhirnya margin keuntungan menjadi semakin tinggi. Selain empat hal yang berhubungan dengan pemasaran yaitu; product, price, promotion dan place masih ada fungsi lain yang bisa digunakan melalui internet yaitu dalam proses komunikasi pemasaran perusahaan. E-commerce E-commerce (perniagaan elektronik), adalah bagian dari Electronic Business yaitu bisnis yang dilakukan dengan menggunakan transmisi elektronik, yang oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya dari terminologi e-commerce. Media elektronik ini untuk sementara hanya difokuskan pada penggunaan media internet, mengingat media internet paling populer digunakan oleh banyak orang. Adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Internet dipilih oleh kebanyakan orang karena kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet antara lain internet sebagai jaringan publik yang sangat besar, murah, cepat dan kemudahan akses. Menggunakan data elektronik sebagai media penyampaian pesan sehingga memudahkan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam e-commerce para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan atau perniagaan hanya berhubungan melalui jaringan publik (public network) menggunakan media internet. Koneksi ke dalam jaringan internet sebagai jaringan publik merupakan koneksi yang tidak aman, konsekuensinya e-commerce yang dilakukan merupakan bentuk transaksi berisiko tinggi yang dilakukan di media yang tidak aman. Kelemahan internet sebagai jaringan publik yang tidak aman ini dapat diminimalisasi dengan penerapan teknologi penyandian informasi (Crypthography). Transmisi data elektronik dalam e-commerce diamankan dengan melakukan proses enkripsi (dengan rumus algoritma) sehingga menjadi cipher/locked data yang hanya bisa dibaca atau dibuka dengan melakukan proses reversal yaitu proses dekripsi sebelumnya dan telah banyak diterapkan oleh sistem sekuriti seperti SSL, Firewall, dsb. Amerika Serikat telah men-set Internet sebagai Internet Trade Free Zone, yang termaktub dalam Internet Tax Freedom Act yang berisi larangan semua negara bagian dan lokal di Amerika untuk menarik pajak informasi dan perdagangan melalui Internet Dampak dari regulasi ini adalah konsumen akan berlomba membeli barang ke negara lain yang harganya lebih murah. Di Indonesia tampaknya akan menjadi tantangan yang serius bagi petugas pajak. Hal ini disebabkan karena transaksi-transaksi yang bersifat intangible melalui Internet sangat sulit dideteksi, dan semakin hari semakin banyak transaksi jenis ini terjadi di Internet. Sistem keamanan transaksi Internet masih menjadi bahan perdebatan. Umumnya pembeli masih belum yakin akan keuntungan menyambung ke Internet, mencari situs belanja, menunggu download gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh hacker. Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik, akan tetapi umumnya penjual dan analis komputer berargumentasi bahwa transaksi di Internet lebih aman daripada di dunia biasa. Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet pembelanja cenderung belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, karena tidak dapat menemukan apa yang mereka cari di e-commerce, dan belum ada cara yang mudah dan sederhana untuk membayar. Di samping itu, surfing di e-commerce belum lancar betul. Untuk meyakinkan pelanggan, e-merchant harus melakukan banyak proses pemandaian pelanggan. Walaupun demikian diramalkan sebagian besar pembeli akan berhasil mengatasi penghalang tersebut setelah beberapa tahun mendatang (Grant, 2001). Untuk sistem bisnis-ke-bisnis, isu yang ada tidak sepelik di atas, akan tetapi tetap ada isu-isu serius, seperti belum ada model yang baik untuk men-setup situs e-commerce mereka, kesulitan untuk melakukan sharing informasi yang diperoleh online dengan aplikasi bisnis lainnya. Masalah yang menjadi kendala utama adalah ide untuk sharing informasi bisnis kepada pelanggan dan supplier. Kunci utama untuk masalah diatas adalah merchant harus menghentikan pemikiran bahwa dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua masalah akan terselesaikan, padahal kenyataannya adalah sebetulnya merchant harus me-restrukturisasi operasi mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari e-commerce. Bill Gates mengatakan e-commerce akan menghilangkan perantara (middleman). Akan tetapi jika melihat lebih dalam sebenarnya e-commerce menciptakan pola perantara yang baru. Cerita sukses e-commerce, seperti amazon.com, sebetulnya merupakan bentuk lain dari proses perantara. Amazon.com tidak menerbitkan buku. Melainkan sebuah distributor online saja. Sebagai middleman para merchant harus mendemonstrasikan bahwa mereka menambahkan nilai dalam proses pembelian, melalui marketing, customer service, juga metoda-metoda lain. Kalau tidak maka pelanggan akan memutuskan modem-nya dan tidak akan menggunakan jasa online merchant. Masa depan e-commerce Jika berbagai detail dari perdagangan online ini dapat di selesaikan maka bukan mustahil e-commerce dan Internet akan mengubah struktur dunia usaha secara global. Perkembangan masyarakat virtual yang ditandai oleh banyak orang yang berpartisipasi dalam berbagai interest group on-line, memperlihatkan pergeseran pardigma dari kekuatan ekonomi yang bertumpu pada pembuat/manufacturer ke kekuatan pasar. Masyarakat virtual akan mengangkat kehebatan divisi marketing dan penjualan perusahaan-perusahaan besar, tetapi perusahaan-perusahaan kecil dengan produk yang lebih baik dan customer service yang baik akan dapat menggunakan masyarakat virtual ini untuk mengalahkan perusahaan besar. Sesuatu yang cukup sulit dimengerti di dalam perdagangan di dunia nyata. Hagel dan Armstrong (2001) berargumen bahwa daripada melawan trend yang ada, perusahaan yang pandai akan membantu terbentuknya virtual community ini dan menggunakannya untuk mencapai pelanggannya. Pengamanan Internet bagi e-commerce Internet sebagai jaringan data public sangat diragukan keamanannya untuk transaksi dagang atau bisnis. Berbagai permasalahan yang muncul ke permukaan saat kita melakukan bisnis di Internet antara lain adalah perlunya Security Features, karena pada saat data bergerak dari pengirim ke penerima, pasti melalui beberapa koneksi (router dll). Artinya komputer lain di luar dua komputer yang berkomunikasi tersebut sangat mungkin untuk akses data tersebut. Oleh karenanya, security merupakan prasyarat mutlak jika ingin data kita selamat melalui jaringan publik tersebut. Karena hal tersebut terdapat risiko yang harus ditanggung pengguna internet yaitu, eavesdropping, dimana komputer antara mendengarkan pembicaraan dari dua komputer yang sedang berbicara secara private, manipulation adalah komputer antara akan mengganti informasi dalam data yang dikirimkan, impersonation dimana sebuah komputer akan berpura-pura menjadi komputer lain (misalnya menjadi komputer tempat melakukan transaksi dagang). Saat ini ada banyak pengembangan perangkat keamanan komputer maupun yang dapat dijalankan di jaringan komputer. Salah satu yang cukup pesat berkembang antara lain adalah Secure Socket Layer (SSL) yang dikembangkan oleh Netscape. SSL pada dasarnya sebuah set aturan yang memberitahukan step untuk meningkatkan tingkat keamanan komunikasi. Aturan SSL ini di disain untuk melakukan: a. Encryption, untuk mengatasi eavesdropping b. Data integrity, untuk mengatasi manipulation c. Authentication, untuk mengatasi impersonation SSL hanya akan memproteksi data kita pada saat transmisi saja (network security) Protokol SSL tidak akan memproteksi data - sebelum maupun sesudah komunikasi. Artinya kita harus percaya penuh bahwa penjual atau merchant tidak memberikan nomor kartu kredit yang kita miliki ke orang lain. Tidak ada teknik security di dunia ini yang berani mengklaim sebagai teknik yang tidak bisa di tembus atau paling aman. Para pengguna Internet harus menjamin keamanan dengan melakukan beberapa hal antara lain selalu menggunakan versi terakhir dari software yang digunakan, yang memperbaiki berbagai lubang security / bug yang ada dan sedapat mungkin menggunakan versi security tertinggi. Saat ini pengguna Netscape di US & Canada dapat menggunakan software Netscape yang mempunyai 128-bit key yang akan memberikan keamanan jauh lebih tinggi daripada 40-bit key. Sistem security terbagi dalam dua hal besar, yaitu Cipher suite berupa algoritma kryptografi yang digunakan untuk komunikasi; umumnya menggunakan beberapa algoritma sekaligus SSL menggunakan tiga algoritma masing-masing untuk verifikasi identitas, untuk enkripsi data yang di transaksikan, dan untuk message integrity. Sistem yang lain adlah sertifikasi yang digunakan untuk binding. Sebuah sertifikat pada dasarnya adalah data file dengan beberapa buah informasi di dalamnya. Informasi ini berisi, nama yang menjelaskan pemegang sertifikat, Public key dari pemegang sertifikat, Autoritas sertifikat tersebut, yang akan memberikan informasi seperti, serial number, expiration date, dan sidik jari digital. Sertifikat diperlukan oleh minimal satu unit atau komputer yang berkomunikasi menggunakan SSL. Sejak tahun 1996, umumnya sertifikasi dilakukan oleh server, yang akan mengautentikasi identitas dan menerima informasi dari pengunjung yang datang ke site mereka dalam lingkungan komunikasi yang terproteksi. Saat ini semakin banyak user individual yang mempunyai personal sertifikasi terutama untuk mengirimkan mail secara aman maupun untuk keperluan autentikasi. Kita dapat mengirimkan nomor kartu kredit pada saat itu security diaktifkan di brwoser (https) maupun di server. Dengan menggunakan jalur komunikasi yang telah diaktifkan security-nya maka risiko fraud pada saat informasi di transmisikan melalui Internet akan berkurang. Kerangka Pemikiran Pada Gambar 1. memperlihatkan proses pemilihan variabel pemanfaatan e-commerce. Sebelum perusahaan memanfaatkan e-commerce di dalam aktivitas usaha, maka dibutuhkan berbagai pertimbangan atau faktor yang mempengaruhinya. Variabel independen merupakan variabel pengaruh yang terdiri dari 7 variabel terdiri dari 25 item. Sedangkan variabel dependen adalah pemanfaatan e-commerce. Hipotesis Untuk mengetahui ada tidaknya atau kuat tidaknya suatu hubungan antar faktor yang diambil, maka penelitian ini akan mengarah pada penelitian deduktif dengan menarik simpulan dari satu atau lebih fakta atau bukti-bukti yang diambil. Adapun hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah : Variabel canggih, keamanan, rahasia, sistem, SDM, investasi dan kinerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-commerce. Pengukuran Variabel dan Definisi Operasional Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 7 variabel yang dioperasionalkan ke dalam 25 item. Tujuh variabel tersebut terdiri dari kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kerahasiaan informasi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia investasi dan kinerja antar level organisasi. Faktor pemanfaatan e-commerce di seluruh jajaran usaha menggambarkan praktek pemanfaatan e-commerce oleh perusahaan yang telah memanfaatkan cyber-marketing. Adapun persepsi responden terhadap ketujuh konstruks yang berhubungan dengan pemanfaatan e-commerce tersebut diukur dengan menggunakan skala Likert lima point (1=sangat tidak setuju sampai dengan 5=sangat setuju). Secara operasional variabel dalam penelitian ini dapat didefinisikan sebagai berikut: Kecanggihan Teknologi Variabel ini mengacu pada faktor penggunaan teknologi perangkat keras yang terbaru dalam upaya peningkatan kecepatan koneksi yang mendukung kemudahan transaksi yang dapat melacak setiap kemajuan transaksi (traffic) yang terjadi (Wibowo, 1997), indikatornya adalah (1) Jaminan teknologi yang digunakan dapat mengakses seluruh transaksi yang dilakukan, (2) Teknologi yang digunakan selalu menggunakan teknologi terkini. Keamanan Keamanan e-commerce meliputi empat hal yaitu ; authenticity, integrity, non-repudiation dan confidentiality (Wilson, 1998). Adapun indikator dari keamanan adalah (1) Keamanan data bertransaksi hanya dapat diakses oleh yang berkepentingan saja, (2) Jaminan transaksi yang diberikan kepada pelanggan terhadap jalannya data. Rahasia Faktor kerahasiaan diukur dengan menggunakan indikator sebagai berikut (1)Kerahasiaan data dijaga ketat dan hanya diakses oleh penyelia saja, (2) pengecekan data yang bertingkat adalah suatu upaya terbaik untuk menilai suatu transaksi yang masuk, (3) tersedianya sarana atau sistem jika terjadi klaim dari pelanggan. Kelengkapan Sistem Kelengkapan sistem yang digunakan Perusahaan diukur dengan indikator (1)Tidak tersedianya produk yang dibutuhkan atau dicari oleh pelanggan dapat disediakan oleh perusahaan, (2) Kelengkapan sistem pembayaran berpengaruh terhadap pemanfaatan e-commerce, (3) Fasilitas pencarian produk yang kurang lancar berpengaruh terhadap pemanfaatan e-commerce, (4) Sistem yang diberikan dapat bekerja dengan baik di setiap jaringan komputer yang digunakan. Sumber Daya Manusia Indikator dari faktor sumber daya manusia di dalam pemanfaatan e-commerce diukur dengan (1) Kurangnya tenaga terlatih, (2) Kurangnya kreatifitas, (3)Tingkat up date yang rendah (4) SDM yang tidak beorientasi kepada pelanggan. Investasi Investasi e-commerce nilainya sangat tergantung dari dolar, dalam pengadaan perangkat keras misalnya yang sebagian besar masih mengimport, maka indikator investasi pemanfaatan e-commerce diukur dengan (1) Mahalnya pengadaan Perangkat Keras, (2) Mahalnya pengadaan Perangkat Lunak dan desain, (3)Mahalnya desain situs, (4) Mahalnya langganan situs. Kinerja Antar Level Organisasi. Adapun indikator kinerja antar level dalam organisasi adalah: (1) Faktor koneksitas kerja (2) Pandangan akan organisasi secara parsial, (3) Lemahnya koordinasi antar bagian, (4) Lemahnya dukungan export. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan melalui kunjungan langsung (browsing) ke situs perusahaan yang telah melakukan kegiatan perdagangan melalui internet, dengan mengacu pada directory perusahaan di Indonesia yang telah memanfaatkan e-commerce. Dari pengamatan yang dilakukan melalui kunjungan tersebut, maka ditetapkan kriteria: perusahaan telah menerapkan cara perdagangan barang yang ditawarkan langsung melalui internet (e-commerce). Hal ini ditunjukkan dengan tersedianya formulir pesanan barang, nomor kartu kredit dan lain sebagainya, bukan hanya sekedar iklan saja, melayani pesanan dari seluruh dunia atau dengan batasan wilayah tertentu, barang dagangan yang ditawarkan beraneka ragam jenisnya. Penentuan Sampel Menurut CD-ROM Direktori Perusahaan Indonesia tahun 2000 terdapat 415 perusahaan yang telah memanfaatkan e-commerce. Dalam menetapkan besarnya sampel minimum yang diperlukan, ditetapkan kriteria hit counter (pengunjung) lebih dari 2000 pengunjung. Dengan mempertimbangkan kemampuan peneliti, ke 415 perusahaan tersebut diteliti satu per satu dengan ?mengunjungi? web e-commerce. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh perusahaan yang telah dikunjungi lebih dari 2000 hit counter/pengunjung adalah sebanyak 267 perusahaan. Selanjutnya dari jumlah tersebut di survey dengan menggunakan e?mail survey. Jawaban yang kembali kepada peneliti berjumlah 128 responden dan 5 dinyatakan gugur karena jawaban tidak lengkap, sehingga jumlah sampel yang ditetapkan adalah 123 sudah melebihi ketentuan di dalam sample suatu penelitian (Cooper, Emory, 1995). HASIL DAN PEMBAHASAN Melakukan Uji F Membandingkan F dengan taraf kesalahan 5%. Nilai F dapat dilihat pada tabel 1 Dari Tabel 1 hasil analisis data dengan menggunakan regresi berganda terhadap variabel-variabel bebas yang meliputi canggih, keamanan, rahasia, sistem, SDM, investasi dan kinerja terhadap variabel terikat yaitu ecomm (e-commerce), maka diperoleh pembuktian sebagai berikut : hasil uji statistik menunjukkan nilai Sig. F = 0.000, sedangkan nilai yang ditetapkan = 0.05. Karena nilai Sig. F < nilai tabel maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (e-commerce ). TABEL 1 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Variabel KoefisienRegresi Beta T Sig. t F Sig. F R R2 Konstanta -5.513 -4.160 0.000 34.489 0.000 0.823 0.677 CANGGIH 0.192 0.281 1.686 0.004 KEAMANAN 0.192 0.209 2.543 0.004 RAHASIA 5.312E-03 0.209 0.088 0.955 SISTEM 0.242 0.209 2.277 0.002 SDM 0.132 0.209 2.396 0.002 INVEST 0.132 0.385 1.768 0.001 KINERJA 0.221 0.243 2.209 0.003 Uji Hipotesis Pengaruh Variabel Bebas Secara Parsial Terhadap Variabel Terikat Ringkasan dari hasil pengujian pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat dapat dilihat pada Tabel IV.14. Dari tabel IV.14 bisa ditarik simpulan bahwa faktor-faktor canggih, keamanan, rahasia, sistem, SDM, investasi dan kinerja secara parsial mempengaruhi variabel terikat yaitu ecomm (e-commerce) secara signifikan kecuali variabel rahasia. TABEL 2 Ringkasan Hasil Pengujian Pengaruh Variabel Bebas Secara Parsial Terhadap Variabel Terikat Variabel Bebas T < / > α Simpulan CANGGIH 0.004 < 0.01 Signifikan KEAMANAN 0.004 < 0.01 Signifikan RAHASIA 0.955 > 0.01 Tidak Signifikan SISTEM 0.002 < 0.01 Signifikan SDM 0.002 < 0.01 Signifikan INVEST 0.001 < 0.01 Signifikan KINERJA 0.003 < 0.01 Signifikan Analisis SEM digunakan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat di antara variabel bebas. Hubungan ini digambarkan dengan menggunakan path diagram. a. Hubungan sebab-akibat antar variabel bebas, urutan dari hubungan antar variabel tersebut dapat dilihat di tabel 3. TABEL 3 Ranking Hubungan Antar Variabel Bebas Ranking Hubungan antar Variabel Nilai Bebas Bebas 1 KEAMANAN ↔ KINERJA 0.904 2 KEAMANAN ↔ INVEST 0.885 3 INVEST ↔ KINERJA 0.865 4 SISTEM ↔ KINERJA 0.852 5 RAHASIA ↔ KINERJA 0.824 6 SISTEM ↔ INVEST 0.805 7 KEAMANAN ↔ SISTEM 0.800 8 RAHASIA ↔ INVEST 0.792 9 RAHASIA ↔ SISTEM 0.750 10 KEAMANAN ↔ RAHASIA 0.735 11 CANGGIH ↔ KEAMANAN 0.727 12 CANGGIH ↔ INVEST 0.700 13 SISTEM ↔ SDM 0.698 14 SDM ↔ KINERJA 0.693 15 SDM ↔ INVEST 0.677 16 KEAMANAN ↔ SDM 0.665 17 CANGGIH ↔ KINERJA 0.625 18 CANGGIH ↔ RAHASIA 0.573 19 CANGGIH ↔ SISTEM 0.554 20 RAHASIA ↔ SDM 0.514 21 CANGGIH ↔ SDM 0.506 Tabel 3 menunjukkan hubungan sebab-akibat yang dihasilkan melalui proses perhitungan menggunakan Lisrel. Adapun semua variabel memiliki hubungan sebab-akibat, sehingga dari 7 variabel akan menghasilkan 21 hubungan sebab-akibat. Tabel 4 menunjukkan bahwa skala prioritas yang terjadi setelah diolah dengan menggunakan Lisrel. Hasil temuan dari penelitian ini membuktikan bahwa seluruh variabel bebas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan e-commerce. Perhitungan nilai korelasi memberikan indikasi bahwa kuatnya hubungan seluruh variabel bebas dengan variabel e-commerce ditunjukkan dengan nilai R = 0.823. Nilai koefisien determinasi yang menunjukkan besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat ditunjukkan dengan nilai R2 = 0.677. Hal ini berarti bahwa seluruh variabel bebas memberikan kontribusi pengaruh sebesar 67.7% terhadap variabel terikat, sedangkan 32.3% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam model. TABEL 4 Prioritas Hubungan Antar Variabel Bebas dengan Terikat Ranking Hubungan antar Variabel Nilai Bebas Terikat 1 INVEST ? e-commerce 0.994 2 CANGGIH ? e-commerce 0.827 3 SISTEM ? e-commerce 0.816 4 KINERJA ? e-commerce 0.723 5 KEAMANAN ? e-commerce 0.675 6 SDM ? e-commerce 0.667 7 RAHASIA ? e-commerce 0.227 R=0.835 Dari hasil analisis menggunakan LISREL juga menunjukkan bahwa nilai PSI yaitu korelasi dari struktur variabel terikat atau e-commerce = 0.665 atau 66.5% variabel bebas memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel terikat, sedangkan 33.5 % dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam model. Perbedaan antara perhitungan dengan SPSS dengan LISREL sebesar 1.2% ini merupakan pembulatan nilai di belakang koma. Secara keseluruhan variabel bebas yang digunakan sebagai pengukur hubungan dengan variabel terikat (e-commerce) dapat digunakan, sesuai dengan hasil perhitungan dari LISREL yaitu The Model is Saturated, the Fit is Perfect.Adapun hasil pengujian hubungan sebab-akibat antar variabel independen dengan menggunakan path diagram pada program LISREL dapat ditunjukkan dalam Gambar.2. Sedangkan Analisis Struktural yang menunjukkan hubungan antara variabel independen dengan dependen dengan menggunakan path diagram pada program LISREL dapat ditunjukkan dalam Gambar 3. Gambar 2 Hasil Uji Standardized Structural Equation Model Gambar 3 Hasil Uji Structural Equation Modeling SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan guna memanfaatkan e-commerce diantaranya adalah kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kerahasiaan informasi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia dan investasi serta kinerja antar level organisasi, yang dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Variabel kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kerahasiaan informasi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia dan investasi serta kinerja antar level organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan e-commerce. 2. Secara parsial kecanggihan teknologi, jaminan keamanan transaksi, kelengkapan sistem, sumber daya manusia dan investasi serta kinerja antar level organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan e-commerce. Sedangkan variabel kerahasiaan informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan e-commerce. 3. Variabel investasi menempati urutan pertama bagi perusahaan dalam menentukan pemanfaatan e-commerce dibandingkan dengan faktor-faktor yang lainnya. 4. Masing-masing variabel bebas memiliki hubungan sebab akibat yang erat diantara variabel itu sendiri. Saran Dari hasil penelitian yang sarikan di dalam simpulan di atas, maka dapat dikemukakan saran-saran serbagai berikut : 1. Bagi perusahaan pengguna e-commerce. sebaiknya manajer pemasaran lebih cermat menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan e-commerce di dalam merumuskan strategi pemasarannya agar dapat mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan. Adapun saran bagi perusahaan pengguna e-commerce adalah sebagai berikut : A. Komitmen untuk selalu melayani permintaan pelanggan. B. Selalu mengadakan perbaikan atau pembaharuan di bidang kecanggihan teknologi atau perkembangan teknologi terkini. C. Kelengkapan sistem akan membawa dampak beralihnya konsumen ke situs yang lain dengan cepat, sehingga perusahaan akan kehilangan kesempatan yang berharga, maka kelengkapan sistem perlu diantisipasi setiap periode yang sesingkat mungkin. D. Kinerja antar level organisasi di dalam perusahaan sangat perlu disesuaikan dengan kemampuan yang ada, sehingga pelanggan tidak merasa dikecewakan. E. Jaminan keamanan dari suatu sistem tetap dipertahankan keberadaannya sehingga pelanggan yang akan melakukan transaksi secara jelas dan langsung percaya akan adanya jaminan keamanan selama informasi itu dikirim sampai dengan diterima oleh perusahaan. F. Sumber daya manusia yang ada di dalam upaya mendukung pemanfaatan e-commerce selalu diberikan kesempatan untuk mengembangkan sistem yang terbaru dari seluruh sistem yang ada saat ini. G. Kerahasiaan (confidentiality) data transaksi harus dapat disampaikan secara rahasia, sehingga tidak dapat ?dibaca? oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan merupakan tinjauan akhir disebabkan kerahasiaan selalu ada di dalam satu paket sistem. 1. Bagi perusahaan yang belum memanfaatkan e-commerce, menggunakan media online untuk berkomunikasi, berbicara dan bersilaturahmi akan mempercepat proses kenal mengenali satu sama lain. Media mailing list di Internet adalah contoh sederhana penggunaan Internet untuk bersilaturahmi. Saling kenal kemudian akan membentuk rasa percaya antar pelaku-nya, sedang transaksi lainnya menggunakan metoda yang biasa digunakan di dagang offline, misalnya transfer uang-nya ke teler di Bank, pakai ATM BCA untuk debet ke rekening langsung dan lain-lain. Metoda hybrid ini adalah cara yang paling mudah dan lebih sering digunakan saat ini. 2. Bagi perusahaan yang telah maupun yang belum memanfaatkan strategi marketingnya melalui e-commerce, maka berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh skala prioritas indentifikasi faktor untuk menyusun strategi marketing dengan urutan sebagai berikut Investasi, Kecanggihan teknologi, Kelengkapan sistem, Kinerja antar level organisasi, Jaminan keamanan, Sumber daya manusia, Kerahasiaan informasi. 3. Bagi konsumen pengguna e-commerce dimohon untuk mencermati bagian atau tingkat keamanan dan jaminan pelayanan distribusi dari perusahaan yang ternama, misalnya pemanfaatan SET dari Visa/MasterCard. DAFTAR PUSTAKA Aaron, Michael. 1997. Internet Payments: Opportunity and Status. IBM Banking and Finance. Sidney. Ancok, Djamaludin. 1989. Validitas Dan Realibilitas Instrumen Penelitian. Dalam Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survai. Edisi Revisi. LP3ES. Jakarta. Assel, Henry. 1998. Consumer Behavior and Marketing Action. 6 th edition. South-Western College Publishing. Cincinati. Ohio. Andrew S, Tanenbaum. 1989. Computer Networks. Second Edition. Prentice-Hall Inc. Englewood Cliffs. New York. Cateora, Philip R & Graham. John L. 1999. International Marketing. Tenth edition. Irwin McGraw-Hill. Chicago. Celestino, Martha L. 1999. [hal.www]. Electronic Commerce. World Trade. Februari. sumber dari http://proquest.umi.com/pqdweb?TS=91793...&Fmt=3&Sid=1&Idx=7&Deli=1&RQT=309&Dtp=1. (diakses tgl.2 Maret 2001). Chaum, David. 1994. [hal. www]. Prepaid Smart Card Techniques: A Brief Introduction and comparison. Digicash. sumber dari http://www.cybercash.com. (diakses tgl 2 Maret 2000). Cooper, Donald R and C William Emory. 1995. Business Research Method. Fifth edition. Irwin McGraw-Hill.Chicago. Cooper, Donald R and Pamela S. Schindler. 1998. Business Research Methods. Sixth edition. Irwin McGraw-Hill. Singapore. Cravens, Davids W. 2000. Strategic Marketing. Sixth edition. International edition, Irwin McGraw-Hill. United States of America. Cybercash:[hal. www]. sumber dari http://www.cybercash.com. (diakses tgl 2 Maret 2000). Dahl, Andrew & Leslie Lesnick. 1996. Internet Commerce. New Riders Publishing. Indianapolis. Indiana. Dawkins, Thomas & Justin Higgins, Sean Mathias, Joel Millecan, Michael Rice, Paul Tso. 1996. Unlocking Microsoft Internet Information Server. New Riders Publishing. Indianapolis. Drucker, Peter F. 1997. The New Realities. Edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Elek Media Komputindo. Jakarta. Elgamal, Taher & Jeff Treuhaft, Frank Chen. 1996. Securing Communications on the Intranet and Over the Internet.Netscape Communications Corp. New York. Felten, Edward W, Dirk Balfanz, Drew Dean, dan S Wallach. 1996. Web Spoofing: An Internet Con Game. Departement of Computer Science. Princeton University. Flohr, Udo. 1996. Electric Money. BYTE Magazine. June. 21. 38 ? 43. Fool, Motley. [hal. www]. sumber dari http://www.fool.com/. (diakses tgl 5 Maret 2001). Fone, Veri. [hal. www]. sumber dari http://www.verifone.com. (diakses tgl. 4 Maret 2001). First Virtual. [hal. www]sumber dari http://www.fv.com. (diakses tgl 2 Maret 2001). Gail, Grant. [hal. www] sumber dari (http://www.commerce.net/) .(diakses tgl. 5 Marewt 2001). Galliers R D & Baker. 1994. Strategis Information Management. Butterworth Heinemann. International edition. Irwin McGraw-Hill. United States of America. Jean- Paul Bol, Antoon Bosselaers, Ronald Cramer, Rolf Michelsen, Stig Mjolsnes, Frank Muller, Toreben Pedersen, Birgit Pfitzmann, Peter de Rooij, Berry Schoenmakers, Matthias Schunter, Luc Vallee, Michael Waidner. 1994. The ESPRIT Project CAFE: High Security Digital Payment System: ESORICS 94 (Third Eroupen Symposium on Research in Computer Security). LNCS 875. Springer- Verlag. Berlin. Jurgen Friederich, Hans. 1997. Electric Money ? A European Position. Deutsche Bundesbank. Frankfurt am Main. Hair, Joseph F & Rolph E Anderson. 1987, Multivariate Data Analisys with Reading. Second edition. Macmillan Publishing .Company. 866 Third Avenue. New York. Kotler, Philip. 2000. Marketing Management. The Mellenium Edition. Prentice Hall Inc. Upper Saddle River. New Jersey. Laudon, Kenneth C & Loudon, Jane P. 1998. Management Information System- New approaches to Organization & Technology. Fifth edition. Prentice -Hall. New Jersey. Lisrel. [hal. www]. sumber dari http://www.lisrel.com. (diakses tgl 5 Maret 2001). Mangkunegara, A.A. Anwar Prabu. 1988. Perilaku Konsumen. Penerbit Eresco. Bandung. Marti, E Waingright. 1997. Managing Information Technology. Third edition. Prentice Hall International Inc. New Jersey. Net1:homepage.1997. [hal. www]. sumber dari http://www.netchex.com. (diakses tgl 4 Maret 2001). Oliver, Susan. 1997. A Model for The Future of Electronic Commerce. Information Management & Computer Security. 5(5) 166 ?169. Open Buying on Internet. [hal. www]. sumber dari http://www.openbuy.org. Open Buying on Internet (OBI)TM . Technical Specifiacitions. Release V2.0. (from the OBI Consoritum). New York. (Diakses tgl 5 Maret 2001). Open Market. [hal. www]. sumber dari http://www.openmarket.com. (diakses tgl 4 Maret 2001). Open Profiling Standard. [Hal. www]. sumber dari http://www.firefly.com. (diakses tgl 5 Maret 2001). P. Metzger, Piermont, W. Simpsons. 1995. IP Authentication using keyed SHA, RFC-1852. New York. Parent Place. [hal. www]. sumber dari http://www.parentplace.com. (diakses tgl 5 Maret 2001). Porter, Michael E. 1985. Competitive Advadtage. The Free Press. A Division of Macmillan Inc. New york. Purbo, Onno W. 1996. Cyber Marketing. Computer Network Research Group Inter University Center on Microelectronics. ITB. Bandung. Purbo, Onno W. 2000. Makalah Seminar. Migrasi ke e-commerce. Surakarta. Purwadi, Daniel H. 1995. Belajar Sendiri Mengenal Internet Jaringan-Jaringan Dunia. Penerbit Elek Media Komputindo. Jakarta. Ratnasingham, Pauline. 1998. Trust in Web based Eletronic Commerce Security. Information Management & Computer Security. 6. (4) 162 ? 166. Robert M, Hinden. 1996. IP Next Generation: Overview, Communications of the ACM. 39. (6) 34 ? 40. Roberts, Bill: Veri Sign Inc. 1997. Where Trust is Like a Spy Movie. Web Week Magazine. March. 1. 21 ? 29. Rusdiah, Rudy. 2000. Makalah Building e-commerce & Linux Implementation for SME. Surakarta. Samuel, Enrico E & Andhika Ramayanto. 1997. Microsoft Internet, Solution, Menguasai Dengan Cepat Dan Mudah. Penerbit Elek Media Komputindo. Jakarta. Scheiner, Bruce. 1996. Applied Cryptography. Second Edition. John Wiley & Sons. Inc. New York. Singleton, Andrew. 1995. Cash on The Wirehead. BYTE Magazine. June. 20. 12 ?14. Siyan, Karanjit & Chris Hare. 1995. Internet Firewalls and Network Security. New Riders Publishing. Indianapolis. Stallings, William. 1996. Internet Amor.BYTE Magazine. December. 21. 34 ? 38. Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran. Penerbit Erlangga. Jakarta. Stark, Thom. 1997. Encryption for a Small Planet. BYTE Magazine. March. 22. 40- 44. Swasembada ,30 Mei ? 12 Juni 2000. NO. 11/VI . hal. 20 ? 40. Swastha, Basu & Irawan.1993. Manejemen Pemasaran Modern. Penerbit Liberty. Yogyakarta. Thompson, Arthur A, Jr & A.J. Strickland III. 1999. Strategic Management, Concepts and Cases. 11th edition. Irwin Mcgraw-Hill. Singapore. Toffler, Alvin. 1990. PowerShift: Knowledge, Wealth and Violence at the Adge of the 21st Century. Irwin McGraw-Hill. New York. Tomkowiak, Sheila & Peter Hofland. 1996. A Computer In Your Wallet. BYTE Magazine. December. 21. 40 ? 44 . Truste . [hal.www]. sumber dari http://www.truste.org. (diakses tgl 6 Maret 2001). Wahyu, Budi. 2000. Makalah Perangkat Jaringan Komputer. Seminar E-Commerce. Surakarta. Wayner, Peter. 1997. Who Goes There?. BYTE Magazine. June. Vol. 14 ? 20. Wibowo, Arianto Mukti. 1997. Internet dan Era Globalisasi:Prospek dan Masalah di Masa Depan. Kompetisi Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia 1997. Universitas Indonesia. Depok. Jakarta. Wibowo, Arianto Mukti. 1997. Perdagangan di Internet dan Desain Protokol Cek Bilyet Digital. Fakultas Ilmu komputer Universitas Indonesia. Depok. Jakarta. Wibowo, Arianto Mukti, Permata Harahap, Ipon Supriyono, M Rahmat Widyanto, Haris Fauzi. 1996. Cyber Trade : Transaksi Bisnis Aman di Internet, Fakultas Ilmu komputer Universitas Indonesia. Depok. Jakarta. Wilcox, Melynda D. 1999. E-commerce : Not Your Grandfather?s Five-and-Ten. Kiplinger?s Personal Finance Magazine. January. 53. (1).19 Wilson, Stephen. 1997. Certificates and Trust in Electronic Commerce, Information Management & Computer Security. 5(5) 175 ? 181. Winardi. 1996. Manajemen Pemasaran. Penerbit Transito. Bandung. Visa, Mastercard. [hal.www]. Secure Electronic Transaction: Business Description. sumber dari http://www.Mastercard.com. (diakses 4 Maret 2001).

keywords : E-commerce, factors analysis, internet security.

kembali ke daftar isi
 
 
 
Jurnal Bisnis Dan Manajemen
ISSN 1412 - 2219
 

 
 
© Magister Manajemen - Fakultas Ekonomi - Universitas Sebelas Maret
All rights reserved. Web powered by PUSLINET - UNS